Berawal Dari Kain Tenun Ende, Maisarah Kini Menjadi Perempuan Inspiratif


Sosok inspiratif satu ini berasal dari keluarga miskin yang mampu menginspirasi desanya dalam mengentaskan kemiskinan. Maisarah perajin kain tenun Ende berhasil mewujudkan impiannya melalui jalan menjadi pengrajin kain tenun. Kegigihannya dapat diapresiasi dengan memperoleh Asuransi Syariah Indonesia yang dapat membantunya dalam usaha kain tenun. 

Biografi Singkat Maisarah

Perempuan asal Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur ini putus sekolah sejak SMP di usia 15 tahun sekitar tahun 1978. Ia mendapatkan keterampilan menenun kain dari ibunya. Sejak ia masih kecil dari bangun tidur, ia selalu memperhatikan dengan cermat tangan terampil ibunya yang sedang menenun kain. Seiring berjalannya waktu, ia mulai tertarik dengan menenun.

Ia mulai mempelajari proses menenun kain dengan cermat dan tekun. Ketekunannya membuat ia membutuhkan waktu cukup singkat dalam menguasainya. Meskipun ia putus sekolah, ia adalah anak tekun dan terampil karena dengan cepat mempelajari proses menenun pakaian. Ia putus sekolah hanya keadaan ekonomi keluarganya yang tidak mampu lagi menyekolahkannya. 

Mengawali Karirnya di Kapal Pesiar

Seringnya membantu ibunya menenun, akhirnya saat usianya 17 tahun ia mulai usaha tenunnya sendiri. Ia membuat atau memproduksi kain tenunnya sendiri dan menjualnya pada kapal besar yang datang dan bersandar di daerahnya. Pertama kali ia menjual pada kapten kapal seharga Rp.8.000 yang terbilang murah untuk proses lama yaitu sekitar tujuh hingga delapan bulan. 

Prosesnya lama dikarenakan pembuatannya manual, tanpa menggunakan mesin. Usaha memang tidak pernah menghianati hasil. Akhirnya ketekunan dan kesabaran Maisarah membuahkan hasil yaitu kain tenunnya mulai dikenal orang. Kapten kapal yang dulu pernah ditawarinya kain tenun buatannya, pada suatu kesempatan meminta untuk dibuatkan lagi dengan jumlah besar.

Melebarkan Sayap Bisnis

Tak hanya di daerahnya sendiri, Maisarah mulai menawarkan kain tenunnya ke daerah Kupang. Ia menawarkan ke setiap toko-toko yang mau menerima kain tenun buatannya. Ia harus menempuh perjalanan dengan kapal untuk sampai ke kupang. Belum lagi, ia harus menawarkan harga yang sepadan, meskipun tetap ditawar murah namun ia tetap bersabar. 

Harga yang sudah dinego dengan pembeli, akhirnya laku terjual cukup banyak. Berkat kesabaran dan kegigihannya, kain tenunnya mulai dilirik mancanegara. Terdapat pengusaha dari China yang memesan kain tenunnya melalui telegram. Malangnya, saat pesanan datang, ia tak punya cukup modal untuk membuatnya. Akhirnya ia memberanikan diri untuk meminjam di bank.

Ia meminjam sekitar Rp.200.000 untuk membuat kain tenun pesanan dari Cina. Akhirnya pesanan telah selesai dipenuhinya. Saat ini ia menjadi pemasok kain tenun untuk toko Pemerintahan Daerah Nusa Tenggara Timur. Satu kain dibanderol dengan harga Rp.150 ribu hingga Rp.2 juta. Kini ia telah berhasil mensejahterakan keluarganya melalui kain tenunnya.

Tak hanya lingkup keluarganya, ia juga dapat mensejahterakan hidup banyak orang di sekitarnya. Ia membuka lapangan kerja untuk orang di sekitarnya. Ia juga dapat melanjutkan sekolah yang dulu pernah putus karena keadaan ekonomi yang tidak menguntungkan baginya. Nasib setiap orang memang selalu berbeda tergantung dari sikap orang itu sendiri.

Asuransi Syariah

Kisah Maisarah sangat menginspirasi tidak hanya bagi perempuan namun bagi siapa saja yang akan memulai bisnisnya. Kegigihannya membuktikan bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. Kesuksesan yang diperoleh memberikan keuntungan bagi orang di sekitarnya. Pencapaian Maisarah layak mendapat penghargaan dari  program #AwaliDenganKebaikan.

Asuransi syariah tepat memberikan penghargaan kepada Maisarah berupa produk asuransi syariah yaitu umroh. Produk lainnya juga memberikan keuntungan bagi pesertanya. Keuntungan-keuntungan tersebut dapat dilihat di produk asuransi syariah lainnya di laman www.allianz.co.id